Soal Super Prediksi UN Biologi SMA 2012

March 31, 2012 Leave a comment

Ini dia soal prediksi untuk UN Biologi tahun 2012 ini. Jangan percaya sama yang namanya bocoran. Mendinsoal prediksi yang kemiripan soalnya lebih mendekati. Selamat belajar ya. Ini link soalnya, silahkan di download Soal Super Prediksi UN Biologi SMA 2012

Ilustrasi pola makan seputar penyakit tifus

February 14, 2012 Leave a comment

Ilustrasi pola makan seputar penyakit tifus

Ketika seseorang mendengar penyakit demam tifus (demam tifoid, typhus abdominalis), maka yang terbayang adalah makan bubur.Itupun masih diperinci melalui tahapan, mulai bubur saring, bubur halus, bubur kasar lalu nasi lunak dan nasi. Menilik ilustrasi di atas, terbayanglah seorang penderita tifus yang lemah, tak berdaya, sakitnya lama.Mungkin informasi tersebut didapatkan dari para dokter atau paramedis (perawat, bidan dll) atau bahkan dari mulut ke mulut sehingga menjadi semacam keyakinan yang mengakar.

Sampai kini masih terjadi kontroversi tentang makanan pada penderita tifus, terutama di kalangan dokter. Pada masa lalu, para ahli berpendapat bahwa penderita tifus diharuskan makan bubur dengan alasan untuk meng-istirahat-kan usus dan kekhawatiran terjadi perdarahan usus.Sehingga penderita tifus yang diharuskan makan bubur, kondisinya makin lemah dan masa penyembuhannya makin lama.

Pada perkembangannya, pendapat di atas berhadapan dengan kenyataan bahwa pemberian makanan padat secara dini (nasi) mempercepat pemulihan penderita tifus.
Jadi, pemberian makanan padat dini (nasi) dengan lauk pauk rendah selulosa, aman diberikan pada penderita tifus. Bagaimana bila penderita tifus tidak bisa makan nasi karena perutnya terasa tidak enak atau sakit ? Kondisi demikian adalah perkecualian, penderita bebas memilih, apakah mau makan lunak atau padat.

Pendapat terakhir (makan padat dini) sudah menjadi semacam standar, seperti termahtub dalam “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”, jilid I oleh Persatuan Ahli Penyakit dalam Indonesia (PAPDI), terbitan Balai Penerbit FKUI edisi III tahun 1996, cetakan ke 7 tahun 2004, halaman 439.

Silahkan simak penggalannya di bawah ini:

Di masa lampau, pasien demam difoid diberi bubur saring, kemudian bubur kasar dan akhirnya nasi sesuai dengan tingkat kesembuhan pasien. Pemberian bubur saring tersebut dimaksudkan untuk menghindari komplikasi perdarahan usus; karena ada pendapat, bahwa usus perlu diistirahatkan. banyak pasien tidak menyukai bubur saring, karena tidak sesuai dengan selera mereka. Karena mereka hanya makan sedikit keadaan umum dan gizi pasien semakin mundur dan masa penyembuhan semakin lama.

Beberapa peneliti menunjukkan bahwa pemberian makanan padat dini, yaitu nasi dengan lauk pauk rendah selulosa (pantang sayuran dengan serat kasar) dapat diberikan dengan aman pada pasien demam tifoid. Karena ada juga pasien demam tifoid yang takut makan nasi, maka selain macam/bentuk makanan yang diinginkan, terserah pada pasien sendiri apakah mau makan bubur saring, bubur kasar atau nasi dengan lauk pauk rendah selulosa. ( Prof. dr. Rachmat Juwono)

Mengapa di Rumah Sakit – Rumah Sakit masih memberikan diet bubur kepada penderita tifus ? Penulis  tidak tahu, mungkin karena informasi turun temurun itu. Tapi yang pasti untuk makanan yang pedas dan merangsang sangat dianjurkan untuk DIHINDARI. Ok! Semoga bermanfaat

 

Cara Cepat Menyelesaikan Soal Genetika

December 20, 2011 Leave a comment

Ini ada artikel yang bapak posting tentang genetika buat kalian siswa kelas XII Ipa. Silahkan di download. Bahan ini aslinya bapak dapetin dari situs biologi media  center dengan sedikit perubahan. Moga bermanfaat

Cara Cepat Menyelesaikan Soal Genetika

Categories: Catatan Seorang Guru

DOMESTIFIKASI HEWAN LIAR

July 21, 2011 Leave a comment

“Mengapa kuda dapat dijinakkan sedangkan kerabatnya zebra tidak bisa dijinakkan hingga saat ini?” Apa yang menyebabkannya

Sumber  yang  membedakan mengapa kuda dapat dijinakkan, menurut Belyaev, adalah kumpulan gen yang memberi kecenderungan untuk jinak—genotipe yang mungkin dimiliki oleh semua spesies yang dapat dijinakkan. Di rusia, tepatnya di Novosibirsk, Siberia selatan di peternakan rubah, Kukekova dan Trut sedang mencari gen-gen tersebut. Di tempat lain, para peneliti menganalisis DNA babi, ayam, kuda, dan spesies peliharaan lainnya, berusaha mengenali perbedaan genetik yang membedakan hewan itu dengan nenek moyangnya. Riset ini, dipercepat oleh kemajuan pengurutan genom cepat terbaru, bertujuan menjawab pertanyaan biologi mendasar: “Bagaimana terjadinya transformasi besar dari hewan liar menjadi hewan peliharaan?” ucap Leif Andersson, profesor biologi genom di Uppsala Universitet, Swedia. Jawabannya akan membantu kita memahami bukan hanya hewan peliharaan, tetapi juga bagaimana manusia menjinakkan sisi liarnya.

Penguasaan atas tanaman dan hewan dapat dikatakan peristiwa yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Di samping budidaya pertanian, kemampuan untuk membesarkan dan mengatur hewan peliharaan—kemungkinan besar serigala yang pertama, tetapi ayam, sapi, dan spesies makanan lain yang paling penting—mengubah pola makan manusia, membuka jalan bagi pemukiman dan akhirnya perkembangan negara-bangsa. Karena manusia jadi hidup berdampingan dengan binatang, domestikasi juga memunculkan vektor bagi penyakit yang membentuk masyarakat.

Namun, proses yang menyebabkan semua itu terjadi tetap belum terungkap. Tulang hewan dan ukiran batu kadang dapat menjelaskan waktu dan tempat spesies tertentu mulai hidup berdampingan dengan manusia. Yang lebih sulit dipahami adalah caranya. Apakah beberapa babi hutan yang penasaran mendekati populasi manusia, makan sampah mereka, dan seiring pergantian generasi semakin menjadi bagian dari pola makan kita? Apakah manusia menangkap ayam hutan, nenek moyang ayam modern, langsung dari alam—atau apakah ayam yang awalnya mendekat? Dari 148 spesies mamalia besar di Bumi, mengapa tidak lebih dari 15 yang pernah dijinakkan? Mengapa kita dapat menjinakkan dan membiakkan kuda selama ribuan tahun, tetapi tidak berhasil melakukannya pada keluarga dekatnya zebra, meskipun telah dicoba berulang kali?

Bahkan, para ilmuwan kesulitan membuat definisi secara eksak tentang domestikasi. Kita semua tahu bahwa hewan buas dapat dilatih untuk hidup berdekatan dengan manusia. Anak harimau yang disuapi, dan akhirnya meniru pemeliharanya, setelah besar dapat menganggap orang itu sebagai keluarganya. Tetapi keturunan harimau itu, saat lahir, akan sama liarnya dengan nenek moyangnya. Sebaliknya, domestikasi bukanlah sifat yang dilatihkan pada satu hewan tertentu, tapi ciri ini menyebar ke seluruh populasi setelah sekian generasi hidup berdampingan dengan manusia. Banyak atau malah sebagian besar naluri liar spesies itu hilang sama sekali. Dengan kata lain, domestikasi sebagian besar terjadi pada gen.

Namun, batas antara hewan peliharaan dan liar sering tidak begitu jelas. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa secara historis, hewan peliharaan mungkin memainkan peranan besar dalam penjinakan dirinya sendiri, mendekatkan diri dengan manusia sebelum kita mengambil peran aktif dalam proses itu. “Hipotesis kerja saya,” ujar Greger Larson, seorang ahli genetika dan domestikasi di Durham University di Inggris, “adalah bahwa pada sebagian besar hewan awal—pertama anjing, kemudian babi, domba, dan kambing—mungkin ada masa panjang pengelolaan tanpa sengaja oleh manusia.” Kata domestikasi “menyiratkan sesuatu yang dimulai dari atas, sesuatu yang sengaja manusia kerjakan,” ujarnya. “Namun, kisah kompleks ini jauh lebih menarik.”

 

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/featurepage/199/menjinakkan-satwa-liar/1

Categories: Catatan Seorang Guru

Pemurnian DNA dengan menggunakan bahan di dapur

October 11, 2010 1 comment

Belakangan ini kita sering mendengar kata DNA di berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Setelah terjadinya peristiwa peledakan bom, kasus pemerkosaan ataupun pembunuhan maka biasanya tim penyelidik dari kepolisian akan mengirimkan sampel untuk analisa DNA yang dikenal dengan istilah uji sidik DNA. DNA (DeoxyriboNucleic Acid) yang merupakan asam nukleat pembawa pesan genetik dalam kehidupan terletak di dalam sel dan tersusun rapi membentuk kromosom.

Pola DNA penyusun kromosom inilah yang menentukan jenis rambut, warna kulit dan sifat-sifat khusus yang berbeda antara satu individu dengan lainnya. Karena perbedaan DNA yang dimiliki oleh seseorang inilah metode sidik DNA menjadi salah satu alat pembuktian yang cukup handal.

Namun karena letaknya yang ada didalam sel maka untuk mendapatkan DNA diperlukan tahap-tahap khusus yang biasanya dilakukan di laboratorium tertentu. Sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1869 -yang kemudian dengan teknologi X-ray diketahui bahwa DNA memiliki struktur yang tertata secara rapi dan dipublikasikannya model rantai ganda DNA oleh Watson dan Crick di jurnal Nature pada tahun 1953- teknik pemurnaian DNA mengalami perkembangan yang pesat dan menjadi prosedur rutin dilakukan dalam penelitian bioteknologi.

Untuk mengeluarkan DNA dari sel maka teknik pemurnian DNA secara biokimia dilakukan dengan merusak dinding sel yang telah dilarutkan dalam larutan penyangga tententu dengan menggunakan berbagai jenis deterjen. Dengan terbukanya lapisan sel maka DNA dapat dikeluarkan dan diendapkan dengan penambahan alkohol.

Cara memisahkan endapan gulungan DNA dengan bagian lainnya adalah dengan teknik sentrifugasi pada kekuatan dan waktu tertentu. Dengan terus berkembanganya teknik ini maka sekarang kita bisa membeli paket larutan untuk pemurnian DNA. Namun dikarenakan harga yang tidak murah dan diperlukannya alat-alat tambahan untuk menjamin akurasi tahap pemurnian seperti pipet mikro, filter dan tentu saja sentrifuge, maka proses pemurnian DNA kini belum bisa dilakukan pada sebarang laboratorium apalagi dijadikan mata praktikum bagi mahasiswa dan juga siswa SMA. Sementara tuntutan ketrampilan untuk melakukan pemurnian DNA sebagai penunjang pengetahuan tentang DNA yang didapatkan dari mempelajari teori menjadi suatu keniscayaan.

Kesenjangan kondisi inilah yang kemudian mendorong kreatifitas para ilmuwan untuk merancang teknik pemurnian DNA dengan alat dan bahan yang murah dan sederhana, bahkan bisa dilakukan dengan alat dan bahan yang biasa tersedia di dapur rumah kita. Inovasi ini membuka peluang untuk memperkenalkan teknik pemurnian DNA kepada siswa secara dini, bahkan bisa dilakukan bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar sekalipun dengan dipandu oleh orang tua, kakak atau teman yang sudah pernah melakukannya.

Beberapa bahan yang diperlukan untuk pemurnian DNA secara sederhana terdiri dari bahan sumber DNA, air, sabun cuci piring, nanas, alkohol 95 %. Selain bahan sederhana tersebut, alat yang diperlukan juga sangat sederhana yaitu sendok makan, sendok teh, sendok atau tusuk es kream dari kayu, botol transparan dan termometer.

Bahan sumber DNA yang akan dimurnikan bisa berasal dari apa saja, karena semua bagian makhluk hidup mengandung DNA sehingga bisa menggunakan apa saja misalnya daging, hati ayam, kedelai, kacang hijau, brokoli dan lain-lain. Namun di antara bahan-bahan tersebut, bahan yang banyak mengandung DNA sehingga lebih mudah untuk dimurnikan adalah wheat germ. Bahan ini juga mudah didapatkan karena biasanya dipakai untuk pelet pakan ikan dan juga ayam.

Keunggulan penggunaan wheat germ lainnya adalah karena prosesnya yang lebih sederhana sehingga bisa langsung dilarutkan dalam air hangat. Sedangkan untuk bahan bahan lain seperti hati ayam, daging atau sayur-mayur perlu dihancurkan dengan alat penghancur daging yang tentu masih bisa kita temukan di dapur rumah kita.

Adapun urut urutan pemurnian DNA sederhana tersebut adalah sebagai berikut :

1. Bila menggunakan daging, hati, sayuran atau buah maka haluskan bahan bahan tersebut dengan menggunakan penghancur daging atau mortar ditambah beberapa tetes air hingga halus sebelum dilakukan permurnian.

2. Setelah tampak tercampur dan sebagian larut, saring, lalu tambahkan setengah sendok teh deterjen cair (kalau menggunakan kemasan yang ada pompanya maka kira-kira satu kali pompa dengan tekanan biasa). Campurkan deterjen itu dengan cara membolak-balikan botol secara perlahan tapi sempurna, setiap setengah menit sekali selama 5 menit. Hindari terlalu banyak busa, kalau terlanjur terbentuk banyak busa, busa bisa dihilangkan dengan cara menghisapnya dengan tisu. Bila sumber DNA adalah hati atau daging atau sayuran maka setelah penambahan deterjen juga dilakukan penambahan jus nanas setengah sendok makan, kemudian dicampur secara perlahan dan merata.

3. Siapkan alkohol 95 % yang telah disimpan dalam freezer (kondisi sangat dingin). Miringkan botol berisi campuran yang sudah tercampur, secara perlahan tambahkan alkohol 95 % dengan cara mengalirkannya pada dinding botol tersebut sampai kira-kira total volumenya menjadi 2 kali. Pada tahap ini tidak dibolehkan mencampur secara keras dan tidak boleh diaduk. Setelah semua alkohol dituang kedalam botol yang berisi campuran bahan DNA, air dan deterjen, maka akan terbentuk lapisan antara alkohol dengan lainnya yang tidak bercampur. Perhatikan secara seksama pada batas kedua lapisan cairan tersebut. Temukan lapisan putih, dan bila anda sudah melihatnya maka sukses untuk anda dan teriaklah, putra anda telah melihat pita DNA yang membentuk kromosom yang menyusun tubuh kita.

4. Siapkan plastik klip transparan dan ambillah dengan lidi/sumpit gumpalan putih tersebut dan abadikan dalam camera anda.

Selamat mencoba

Sumber http://www.kamusilmiah.com/biologi/pemurnian-dna-di-dapur-rumah-kita-mungkinkah/

Categories: Catatan Seorang Guru

Biologi yang menggugah

April 22, 2010 Leave a comment

Pohon – Pohon Ter…

Dipermukaan bumi ini begitu banyak makhluk hidup dan hal-hal yang sangat luar biasa. Bahkan terkadang masih menjadi misteri bagi manusia. Tumbuhan, hewan dan makhluk hidup lainnya begitu mempesona. Itupun jika kita mau sedikit saja meluangkan waktu melihat atau memperhatikan mereka.

Dalam tulisan ini, penulis akan mencoba menggambarkan betapa beberapa tumbuhan juga mampu begitu mengagumkan bagi kita, bahkan memecahkan rekor sebagai pohon – pohon ter…….. Berikut urutan pohon  – pohon tersebut.

1. Pohon Tertinggi di Planet Bumi

Untuk kategori sebagai pohon tertinggi di planet bumi adalah pohon Sequoia sempervirens. Pohon sequoia atau pohon kayu merah raksasa hidup di pantai barat California, Amerika umumnya dapat tumbuh sampai ketinggian 100 meter lebih. Namun baru-baru ini ditemukan Sequoia dengan tinggi 115,6 meter dan merupakan pohon tertinggi di bumi yang telah diketahui.

Sequoia sempervirens merupakan tumbuhan dari kelompok Gymnospermae atau tumbuhan biji terbuka, dari kelas Coniferae atau tumbuhan konifer. Taksonomi S. sempervirens masuk ke dalam famili Cupressaceae. Famili Cupressaceae terdiri dari 27 – 30 genus. Salah satunya adalah Sequoia.

Ukurannya yang tinggi tidak menghalangi pohon ini untuk mendapat air. Selain dari tanah, kebutuhan air Sequoia diambil dari uap air embun yang menyelimuti pucuk-pucuk pohonnya.

Sedangkan dari kategori tumbuhan berbunga/tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) tertinggi di planet adalah Eucalyptus regnans dengan tinggi 99,6 meter, dan ditemukan di Pulau Tasman, Australia.

2. Pohon dengan Diameter Batang Terbesar

Untuk kategori pohon dengan diameter batang terbesar adalah Taxodium mucronatum. Hampir sama dengan Sequoia, Taxodium mucronatum adalah kelompok Gymnospermae dari famili Cupressaceae. Diameter Taxodium yang dinyatakan terbesar didunia adalah Taxodium mucronatum yang hidup di Mexico dengan diameter batang 10 meter.

3. Pohon dengan volume batang terbesar

Sequoia giganteum adalah jenis lain dari genus Sequoia yang amat fenomenal itu. Selain dikenal sebagai pohon tertinggi di dunia, kerabatnya yaitu Sequoia giganteum dinobatkan sebagai pohon dengan volume batang tunggal terbesar di dunia. S. giganteum yang hidup di Sierra Nevada California (tepatnya di Sequoia National Park) dengan tinggi 83,5 meter memiliki volume batang tunggal sebesar 1.489 m3. Ini merupakan volume kayu yang sangat besar.

4. Pohon Tertua di Planet Bumi

Dan akhirnya untuk kategori pohon dengan usia tertua dan masih hidup adalah Pinus longaeva. P. longaeva yang hidup di California telah diteliti dan ditaksir memiliki usia kurang lebih 4.800 tahun. Dengan tinggi 9 meter. Bagaimana pohon ini bisa bertahan hidup menjadi sebuah teka teki yang menarik

Itulah beberapa fenomena yang menarik dan mempesona dari bumi tempat kita hidup. Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal lain yang dapat kita gali lagi dari makhluk hidup lain. Namun untuk saat ini 4 contoh tumbuhan diatas semoga mampu menarik minat kita untuk mau lebih memperhatikan alam. Semoga

Categories: Catatan Seorang Guru

Golongan Darah Menentukan Kesehatan Anda ?

June 18, 2009 6 comments

 

blood-type-socks

Akhir-akhir ini, golongan darah banyak diteliti memiliki hubungan dengan kepribadian, serta kesehatan. Padahal, awalnya golongan darah manusia ditemukan oleh Landsteiner dan untuk keperluan transfuse darah Namun, st ini golongan darah banyak diteliti karena diyakini memiliki hubungan dengan kesehatan. Salah satunya adalah program diet makanan. Diet yang sudah dikenal dan mulai banyak diterapkan oleh orang-orang adalah diet golongan darah. Benarkah diet golongan darah bisa berhasil?

Diet adalah kebiasaan dalam hal makanan dan minuman yang diperbolehkan untuk dimakan seseorang dari hari ke hari, terutama yang khusus dirancang untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara memasukkan dan mengeluarkan bahan makanan tertentu. Sedangkan darah adalah cairan yang beredar melalui jantung, arteri, kapiler, dan vena membawa zat makanan dan oksigen ke sel-sel tubuh.

Darah berfungsi sebagai transportasi O2 dan CO2, pembekuan darah, pengatur keseimbangan asam dan basa, serta sebagai sistem imunitas bagi tubuh. Pembagian golongan darah oleh Karl Landsteiner antara lain adalah sistem ABO dan sistem rhesus yang banyak dikenal dan dipakai secara umum. Sistem ABO terdiri atas golongan darah A, golongan darah B, golongan darah AB, dan golongan darah O. Sedangkan sistem rhesus dibagi menjadi rhesus positif dan rhesus negatif. Dalam diet golongan darah, yang akan dibahas adalah golongan darah sistem ABO.

Diet golongan darah dikemukakan oleh Dr. Peter J. D’Adamo, seorang naturopatis dari Stamford, Connecticut, Amerika Serikat berdasarkan penelitian dan pengalaman dari pasiennya. Memang ada pepatah mengatakan tak ada gading yang tak retak, semua penelitian pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitu pula dengan diet golongan darah. Diet golongan darah ini cukup mempunyai banyak pengikut tetapi teori D’Adamo ini masih sering diperdebatkan oleh para ahli-ahli gizi dan ahli-ahli lainnya. Keberhasilan diet golongan darah ini tergantung pada kondisi dan kebutuhan tubuh pelakunya. Diet ini bertujuan untuk mencapai kesehatan tubuh.

Diet golongan darah yang diteliti oleh D’Adamo menunjukkan efek fisiologis dari lektin yang masuk ke dalam tubuh. Lektin adalah protein yang umumnya terdapat pada makanan. Tiap jenis makanan dapat mempengaruhi metabolisme dan komposisi darah sehingga mempengaruhi keseimbangan daya tahan tubuh dimana komposisi darah mempunyai 2 komponen penting yaitu antigen dan antibodi. Alasan pentingnya penggolongan darah oleh D’Adamo adalah golongan darah mengidentifikasi dengan tanda permukaan yaitu antigen sehingga bila sel darah merah mentransport benda asing seperti virus dan bakteri, maka akan segera ditandai sebagai “kawan” atau “musuh”. Sama halnya dengan makanan, bila ditemukan lektin, maka akan segera ditandai sebagai musuh dan menyebabkan sel darah menggumpal bersama-sama sehingga menyebabkan masalah terhadap sistem pencernaan dan metabolisme makanan terhadap produksi insulin dan gangguan hormon. Hal inilah yang menyebabkan kenapa tiap golongan darah perlu memiliki penggolongan makanan.

Penggolongan makanan dibedakan menjadi makanan yang sangat bermanfaat, makanan yang netral, dan makanan yang dihindari. Makanan yang sangat bermanfaat adalah makanan yang bereaksi sebagai obat. Makanan netral adalah makanan yang bereaksi sebagai makanan. Makanan yang harus dihindari adalah makanan yang bereaksi sebagai racun.

Berikut adalah saran menu yang dapat di konsumsi berdasarkan golongan darah :

Golongan Darah A

Makanan yang dianjurkan :  makanan tinggi karbohidrat dan rendah lemak.

Makanan yang sangat bermanfaat : bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, blueberry, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine.

Makanan yang netral : ikan tuna, telur ayam&bebek, telur puyuh, minyak wijen, biji bunga matahari, kacang ercis/kapri, jagung, tapioca, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur, melon, blewah, pir, delima, kurma, stroberi, kesemek, jambu biji, daging ayam.

Makanan yang dihindari : daging (sapi, bebek, kelinci, ayam hutan, lobster, gurita, kepiting, belut, udang, cumi), mentega, susu sapi, keju, es krim, susu murni, acar, terong, tomat, ubi, kentang, jeruk, kelapa/santan, melon, madu, pisang (raja), pepaya, pare, air soda.

Golongan Darah B

Makanan yang dianjurkan : Susu dan produk susu.

Makanan yang sangat bermanfaat : ikan laut, susu sapi, keju, bubur, gandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terong, teh hijau.

Makanan yang netral : cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, daging sapi.

Makanan yang dihindari : daging (ayam, bebek, keong, kepiting, siput, belut, gurita, lobster), es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah, roti gandum, tomat, jagung, alpokat, pare, delima, kelapa/santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.

 

Golongan Darah AB

Makanan yang sangat bermanfaat : ikan sardine, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), teh hijau, anggur merah.

Makanan yang netral : cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, brokoli, bayam, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji.

Makanan yang dihindari : daging (sapi, ayam, bebek, angsa, lobster, kepiting), mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol.

Golongan Darah O

Makanan yang dianjurkan : Makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat.

Makanan yang sangat bermanfaat : brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak cina, blueberry, cerry, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, daging sapi.

Makanan yang netral : ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam&bebek), mentega, kacang (hitam, merah, buncis, kedelai), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terong, tomat, labu, daging ayam, daging bebek.

Makanan yang dihindari : cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur angsa, telur puyuh, es krim, keju, susu sapi, yoghurt, minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci , kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras.

Sumber : www.tanyadokteranda.com dengan beberapa perubahan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.