Mekanisme Respirasi
Bernafas adalah salah satu perbuatan yang kita lakukan tanpa sadar sepanjang hari. Bernafas sesungguhnya bertujuan memberi makan sel tubuh kita dengan oksigen. Sel-sel tidak bisa bertahan hidup kecuali jika mereka diberi oksigen. Itulah sebabnya kalian hanya bisa menahan nafas untuk waktu yang singkat saja. Jika lebih lama lagi, sel-sel kalian mati, yang menyebabkan kematian tubuh kalian. Udara yang kalian hirup pertama-tama dibersihkan dalam hidung kalian. Hidung kalian, yang mengatur udara, mengandung bulu-bulu yang berfungsi sebagai saringan. Bulu-bulu ini mengolah udara yang tercemar atau dingin menjadi udara yang cocok untuk paru-paru. Berkat bulu-bulu inilah udara yang kita hirup tersaring, dibersihkan, dilembabkan, dihangatkan, dan dimurnikan dari bakteri-bakteri. Jelaslah bulu-bulu halus ini melindungi tubuh kita dari sekitar 20 miliar partikel zat asing yang masuk ke hidung setiap harinya. Dua puluh miliar adalah bilangan yang setara dengan 3 kali penduduk dunia. Inilah proses yang begitu teliti dilakukan oleh hidung dan yang digunakan hidung untuk memisahkan begitu banyak partikel benda asing. Dua puluh miliar partikel benda asing tidak mungkin bisa dikenal dan dicegah dari melewati hidung secara kebetulan. Melainkan mekanisme pemisahan ini menunjukkan betapa sempurnaya sistem dalam tubuh kita.Sistem pengaturan udara di dalam hidung adalah bagian sempurna lain di dalam tubuh manusia. Lebih jelasnya, mari kita baca pembahasan berikut ini.
Bulu-Bulu dalam Saluran Respirasi yang Bekerja Tanpa Kesalahan
Udara yang dibersihkan di dalam hidung akan meneruskan perjalanannya ke saluran pernafasan. Daerah selanjutnya yang dimasuki oleh udara yang kita hirup, setelah hidung, adalah pipa saluran pernafasan. Dalam udara ini, masih ada benda asing (seperti debu) yang merugikan kesehatan manusia. Oleh karena itu, udara yang dihirup perlu melalui pos keamanan lainnya sebelum mencapai paru-paru. Prosedur keamanan ini dijamin oleh lapisan licin yang membentuk permukaan saluran pernafasan, yaitu selaput yang disebut lapisan mukus. Mukus, yang membentuk lapisan ini, menahan partikel-partikel yang sangat halus seperti debu yang kita hirup bersama dengan udara dan menghambatnya memasuki paru-paru. Akan tetapi, di samping itu, benda-benda asing selain itu juga harus dihilangkan dari tubuh. Pada saat ini, prosedur keamanan lainnya harus dilakukan. Prosedur ini terdiri atas bentuk-bentuk seperti rambut (bulu) yang sangat kecil yang disebut dengan silia, yang berada di bawah lapisan mukus. Bulu-bulu yang sangat kecil ini secara berirama terlecut ke atas menuju mulut. Ini bisa diandaikan seperti bulir tanaman gandum yang melambai-lambai dalam angin semuanya bergerak ke arah yang sama. Berkat pergerakan silia ini, mukus, yang mengandung benda-benda asing yang merugikan, didorong ke bagian faring dekat degan mulut. Dari sana, mukus dapat dikeluarkan berupa dahak atau ditelan. Kedua-duanya baik.Bila ditelan, mukus yang mengandung benda-benda asing yang bisa membahayakan kesehatan kalian akan diteruskan ke lambung, yang kemudian akan dipecah dan dihancurkan oleh asam lambung. Silia yang terletak di dalam saluran pernafasan tidak punya mata untuk melihat, juga tidak punya otak yang memberi mereka kecerdasan. Namun mereka bisa menentukan letak pangkal tenggorokan (faring), yang begitu jauh darinya jika dibandingkan dengan ukurannya. Di samping itu, sadar akan bahaya yang mungkin datang dari benda asing, silia tidak membiarkannya memasuki tubuh. Meskipun penelitian ilmiah selama bertahun-tahun telah dilakukan, cara kerja bulu-bulu ini masih belum sepenuhnya terpecahkan. Tetapi ingatlah bahwa bulu-bulu ini, yang sistemnya belum ditemukan oleh manusia, telah bekerja dengan sempurna sebagaimana halnya komponen tubuh lainnya sejak manusia pertama diciptakan di muka bumi.
Akhirnya Udara Sampai Di Paru-Paru
Udara yang telah mencapai paru-paru siap untuk digunakan setelah dibersihkan dan kelembabannya diatur melalui saluran pernafasan. Dengan menggunakan peredaran darah di dalam paru-paru, udara yang mengandung oksigen diteruskan ke seluruh sel tubuh untuk memberi makan sel-sel tersebut. Sementara itu, bersamaan denga masuknya oksigen ke peredaran darah, udara di paru-paru menerima karbon dioksida dari darah yang berasal dari metabolisme sel-sel tubuh, yang merupakan bahan buangan. Ketika kita menghembuskan nafas, kita mengeluarkan karbon dioksida ini yang dikumpulkan dari sel-sel kita. Kalian mungkin menganggap bernafas merupakan proses yang sederhana saja, padahal pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang begitu penting telah terjadi jauh di dalam tubuh kalian. Dan proses pernafasan ini terjadi baik secara sadar ataupun tidak sadar.
Kesimpulan : Renungkanlah sahabat, semua proses tersebut merupakan pemberian Allah bagi kita. Allah telah menciptakan semuanya dan menempatkannya demi kepentingan kita. Renungkanlah apa yang akan terjadi seandainya pernafasan semata-mata terjadi jika berada di bawah kendali sadar kita. Maka ketika kita tidur, kita tidak akan bisa bernafas. Allah mengetahui bahwa kita tidak bisa melakukan tugas ini sendiri. Oleh karena itu Dia menciptakan sistem pernafasan yang berjalan sempurna seperti semua sistem lain yang ada dalam tubuh kita. Ini adalah salah satu pemberian yang telah Allah berikan untuk kita di dunia ini dan kita hanya diminta untuk mensyukurinya…
mantap
Oleh: imil irsal imran on Mei 15, 2008
at 3:59 am
thaks atas bantuan artikelnya……………..
Oleh: @mi on November 4, 2008
at 2:26 am
need more detail
Oleh: echa on Desember 1, 2008
at 8:55 am
datanya kurang lengkap. mohon balasan.
Oleh: herjon on Januari 14, 2009
at 10:36 am
doakan saya paakk.. T.T
Oleh: karina a4 on Maret 12, 2009
at 1:38 pm
thank shabat infonya saya tunggu info brikutnya………
Oleh: syamio on Maret 22, 2009
at 2:36 pm
Sama – sama sahabat
Oleh: sugeng14 on Maret 28, 2009
at 7:11 am