Oleh: sugeng14 | Desember 15, 2008

SELAMATKAN BUMI KITA

Mungkin, kita secara tidak sadar melupakan bahwa memang kita ini satu ‘manusia’. Alasannya karena kita berbeda latar belakang, atau agama atau mungkin bahasa dan budaya orang tua kita sehingga kita merasa berbeda dengan orang yang lain. Pada kenyataannya, kita memang benar-benar satu. Kita ini manusia yang sama. Kita berasal dari 1 manusia pertama adam. Lalu kita juga menghirup udara yang sama, makan dengan sumber yang sama, minum juga dengan air yang sama. Bahkan kita berbagi tempat tinggal dan hidup di atas tempat yang sama, BUMI. Lantas mengapa kita merasa lebih baik dari yang lain. Mengapa kita mengeksploitasi alam dengan sangat rakus. Bukankah mereka diluar kita juga sama seperti kita, manusia. Kenapa tidak kita tidak pernah memikirkan mereka. Ada apa dengan kita???

Derita mereka derita kita

Derita mereka derita kita

Bumi kita didiami oleh lebih dari 6 milyar manusia dari berbagai suku bangsa dan bahasa. Mereka adalah kita dan kita bagian mereka. Derita mereka derita kita juga. Tak hanya itu, kita berbagi alam dengan mereka, bahkan kita mewarisi Bumi untuk anak cucu kita.Bumi ini tidak pernah cukup untuk memenuhi keinginan 100 orang yang rakus dan tamak, namun sesungguhnya Bumi kita cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan  umat manusia yang tidak rakus dan tidak tamak.

Tahun-tahun ke depan manusia akan menghadapi perebutan sumber daya lama, bukan bahan bakar fosil melainkan AIR. Saat ini setiap tahunnya manusia di seluruh dunia menghabiskan / mengkonsumsi 400 miliyar galon air tawar untuk berbagai kebutuhan. Padahal cadangan air tawar di Bumi sangat terbatas. Menurut ilmuwan, air tawar di Bumi berjumlah lebih kurang 2 juta mil kubik air tawar tersimpan. Sumber air tawar di dunia terutama adalah air bawah tanah. Cadangan air bawah tanah Bumi besarnya adalah 30 kali lipat cadangan dari semua danau air tawar, atau 3000 kali lipatnya sungai secara total. Namun besarnya cadangan air tawar ini sebagian besar tidak merata dan hanya dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat saja.

Ada yang mendapatkan kelimpahan jumlah air yang besar sehingga membuang-buang air seolah bukan masalah. Menyedotnya dengan jumlah berlebih pun tidak ada yang melarang. Bahkan saat ini cadangan air telah banyak yang dikuasai oleh pada pemodal. Sementara yang lain tidak mempunyai akses untuk memperoleh air.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori