Home > Catatan Seorang Guru > Muridku bertanya tentang …

Muridku bertanya tentang …

Hamil Di Luar Kandungan, Apa Ada???

Kemarin, murid saya yaitu Fathya (XI IA 1) menanyakan tentang hamil di luar rahim itu bagaimana, kok bisa ya pak?” katanya”. Pertanyaan itu ditanyakan saat saya sedang menerangkan proses kehamilan pada manusia. Karena saya belum tahu, maka saya hanya dapat menjawab, “kalau hamil di luar nikah bapak tahu, tapi kalau hamil di luar rahim bapak belum tahu” seloroh saya. Rasa ingin tahu akhirnya saya mencari di internet dan mendapatkan penjelasan dari mantan penderita keadaan tersebut. Ibu Dewy namanya. Berikut penjelasannya …

Saat ini saya baru saja dalam masa pemulihan setelah menjalani proses operasi akibat dari kelainan kehamilan tersebut (saya di diagnosa hamil di luar kandungan hanya beberapa jam sebelum akhirnya saya harus menjalani operasi KET / Pengangkatan Saluran Tuba Falopii )

Sepengetahuan saya yang juga saya dapatkan dari beberapa sumber bahwa kehamilan diluar kandungan disebabkan berbagai hal.Beberapa diantaranya karena Infeksi, adanya kista atau polip pada organ reproduksi kita.

Kita perlu cari tahu dengan dokter penyebab spesifik kasus ini. Penyebab infeksi pun beragam mulai dari keputihan yang dialami sebelum hamil, pemakaian pembalut yang sering berganti2 merek bahkan sebab lain yang bisa jadi disebabkan oleh pasangan kita.

Pada Umumnya ketika terjadi pembuahan, sel sperma menempel pada sel telur dan selanjutnya terjadi proses pembelahan sel dari 2,4,8…dst selanjutnya disertai dengan pergerakan Zygot ( sel telur yang telah dibuahi) ke arah rahim. Tetapi karena adanya infeksi/kista/polip pada saluran tersebut menyebabkan calon bayi tsb tidak bergerak sebagaimana mestinya, yang biasanya bertahan pada posisi saluran tuba falopii. Masih dari informasi yang saya peroleh bahwa calon bayi/janin pada kasus ini hanya bertahan hanya sampai 6-7 minggu saja. Ketika kejadian usia kandungan saya berjalan sekitar 5-6 minggu dan akhirnya saya mengalami pendarahan yang disebabkan pecahnya janin saya hingga masuk ke organ tubuh di luar rahim ( itulah sebabnya dinamakan hamil diluar kandungan/ hamil tuba ) dan kondisi ini bila sampai terlambat justru akan berbalik mengancam keselamatan ibunya.

Tapi andaikata belum terlambat biasanya dokter memberikan suntikan atau obat untuk membantu terjadinya proses kehamilan normal.

Tapi bukan bermaksud untuk menakut-nakuti hanya ingin berbagi pengalaman saya dengan yang lain.

Semoga pengalaman menyenangkan selama masa kehamilan selalu menyertai kita.

Sumber : www.parenting.co.id

Categories: Catatan Seorang Guru
  1. dedik81
    June 12, 2008 at 11:10 am

    maaf bila saya bukan murid bapak , tapi saya adalah penggemar pelajaran berat ini ( biologi ). Dan perlu saya tambah kan bahwa kejadian ini pernah terjadi di daerah australia bahkan melahirkan dengan selamat, atau mungkin bapak lupa belum baca koran atau yang lainnya karena baru 1 minggu beritanya beredar, semoga informasi dari saya bermanfaat.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: