Archive

Archive for September, 2008

Seri : Luar Biasanya Penciptaan Alam

September 23, 2008 1 comment

Rumus Keindahan yang Diciptakan di Alam:
Rasio Emas

 

Oleh : HARUN YAHYA

 

Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. (QS. Al Mulk, 67: 3-4)

 

Jika sebuah bentuk yang sesuai atau sangat seimbang didapatkan melalui unsur penerapan atau fungsi, maka kita dapat mencari fungsi Angka Emas padanya… Angka Emas bukanlah hasil dari imajinasi matematis, akan tetapi merupakan kaidah alam yang terkait dengan hukum keseimbangan.

 

Apa yang sama-sama dimiliki oleh piramida di Mesir, lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, bunga matahari, bekicot, buah cemara dan jari-jemari Anda? Jawaban atas pertanyaan ini tersembunyi pada sebuah deret angka yang ditemukan oleh matematikawan Italia, Fibonacci.

 

Sifat angka-angka ini, yang dikenal sebagai angka-angka Fibonacci, adalah bahwa masing-masing angka dalam deret tersebut merupakan hasil penjumlahan dari dua angka sebelumnya.

 

Angka Fibonacci

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, …

Angka Fibonacci memiliki satu sifat menarik. Jika Anda membagi satu angka dalam deret tersebut dengan angka sebelumnya, akan Anda dapatkan sebuah angka hasil pembagian yang besarnya sangat mendekati satu sama lain. Nyatanya, angka ini bernilai tetap setelah angka ke-13 dalam deret tersebut. Angka ini dikenal sebagai “golden ratio” atau “rasio emas”.

 

GOLDEN RATIO  (RASIO EMAS) = 1,618

233 / 144 = 1,618

377 / 233 = 1,618

610 / 377 = 1,618

987 / 610 = 1,618

1597 / 987 = 1,618

2584 / 1597 = 1,618

 


TUBUH MANUSIA DAN RASIO EMAS

Ketika melakukan penelitian atau memulai merancang produk, para seniman, ilmuwan dan perancang mengambil tubuh manusia, yang perbandingan ukurannya ditetapkan berdasarkan rasio emas, sebagai acuan ukuran yang mereka gunakan. Leonardo da Vinci dan Le Corbusier menggunakan tubuh manusia, yang ukurannya ditetapkan menurut rasio emas, sebagai patokan ukuran ketika membuat rancangan karya mereka. Tubuh manusia dijadikan pula sebagai patokan dalam the Neufert, salah satu buku rujukan terpenting arsitektur abad modern.

 

RASIO EMAS PADA TUBUH MANUSIA

 

Contoh pertama dari rasio emas pada tubuh manusia rata-rata adalah jika antara pusar dan telapak kaki dianggap berjarak 1 unit, maka tinggi seorang manusia setara dengan 1,618 unit.  Beberapa rasio emas lain pada tubuh manusia rata-rata adalah:

Jarak antara ujung jari dan siku / jarak antara pergelangan tangan dan siku,
Jarak antara garis bahu dan unjung atas kepala / panjang kepala,
Jarak antara pusar dan ujung atas kepala / jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala, Jarak antara pusar dan lutut / jarak antara lutut dan telapak kaki.

 

Tangan Manusia

Angkatlah tangan Anda dari mouse komputer dan lihatlah bentuk jari telunjuk Anda. Dalam segala kemungkinan akan Anda saksikan rasio emas padanya.

Jari-jemari kita memiliki tiga ruas. Perbandingan ukuran panjang dari dua ruas pertama terhadap ukuran panjang keseluruhan jari tersebut menghasilkan angka rasio emas (kecuali ibu jari). Anda juga dapat melihat bahwa perbandingan ukuran panjang jari tengah terhadap jari kelingking merupakan rasio emas pula.

 

Anda memiliki dua (2) tangan, dan jari-jemari yang ada padanya terdiri dari tiga (3) ruas. Terdapat lima (5) jari pada setiap tangan, dan hanya delapan (8) dari keseluruhan sepuluh jari ini tersambung menurut rasio emas: 2, 3, 5, dan 8 bersesuaian dengan angka-angka pada deret Fibonacci.

 

Rasio Emas pada Wajah Manusia

Terdapat beberapa rasio emas pada wajah manusia. Akan tetapi Anda tidak dianjurkan mengambil penggaris dan berusaha mengukur wajah-wajah orang, sebab hal ini merujuk pada “wajah manusia ideal” yang ditetapkan oleh para ilmuwan dan seniman.

 

Misalnya, jumlah lebar dua gigi depan pada rahang atas dibagi dengan tingginya menghasilkan rasio emas. Lebar gigi pertama dari tengah dibandingkan gigi kedua juga menghasilkan rasio emas. Semua ini adalah perbandingan ukuran ideal yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang dokter. Sejumlah rasio emas lain pada wajah manusia adalah:Panjang wajah / lebar wajah,Jarak antara bibir dan titik di mana kedua alis mata bertemu / panjang hidung. Panjang wajah / jarak antara ujung rahang dan titik di mana kedua alis mata bertemu, Panjang mulut / lebar hidung,
Lebar hidung / jarak antara kedua lubang hidung, Jarak antara kedua pupil / jarak antara kedua alis mata.

Advertisements
Categories: IPTEK & IMTAQ

Robot Bedah

September 10, 2008 1 comment

Ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan manusia. Kita tahu bahwa
manusia memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu, tetapi ternyata manusia
tidak begitu saja menerima keadaan ini. Manusia justru berusaha mengatasi
kelemahan-kelemahan tersebut dengan cara mengembangkan teknologi yang bisa
membuat mereka mampu melakukan segala hal yang semula tidak mungkin bisa
dikerjakan. Manusia tidak bisa terbang, dikembangkanlah pesawat terbang.
Bahkan pesawat yang bisa menjelajahi luar angkasa! Manusia juga tidak bisa
melihat dengan jelas dalam kegelapan padahal ada hewan-hewan yang jago
melihat dalam gelap. Merasa dikalahkan oleh hewan-hewan itu, manusia pun
mengembangkan teleskop yang tidak hanya bisa menembus kegelapan di bumi ini,
tetapi juga mampu meneropong jauh ke luar atmosfer bumi untuk mengamati
jagad raya ini. Keterbatasan dalam hal pendengaran diatasi dengan cara
mengembangkan teknologi telekomunikasi yang memungkinkan manusia untuk
terus berkomunikasi dengan belahan dunia yang sangat jauh. Begitu pesatnya
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga hal-hal yang semula
dianggap mustahil kini menjadi hal biasa yang tidak asing lagi dalam kehidupan
kita sehari-hari. Setelah semua pencapaian teknologi itu manusia masih terus saja
mengembangkan hal-hal lain yang semakin mempermudah kehidupan. Robotrobot
dan mesin-mesin mulai menggantikan manusia dalam melakukan berbagai
pekerjaan. Kini bahkan pekerjaan seorang dokter bedah di ruang operasi pun bisa
dilakukan dengan bantuan robot! Ini merupakan salah satu cara manusia
mengatasi keterbatasannya dalam dunia kedokteran.
Beberapa rumah sakit di seluruh dunia sudah mulai menerapkan
pemanfaatan robot dalam proses bedah di ruang operasi. Robot-robot ini tentu saja
tidak diprogram untuk melakukan operasi bedah secara mandiri. Generasi pertama
dokter bedah masa depan ini hanya melibatkan lengan mekanik sebagai
perpanjangan tangan para dokter yang memiliki berbagai keterbatasan manusia.
Keunggulan Robodoc (Robotic Doctor) ini terutama terletak pada kekuatan
lengannya yang jauh melebihi dokter bedah manusia. Sebagai manusia tentu saja
para dokter bedah dapat mengalami kelelahan saat sedang melakukan operasi
yang rumit dan memakan waktu. Ketelitian dan kemantapan lengan-lengan yang
melakukan pembedahan tersebut pada saat mendekati akhir proses operasi tidak
sebagus menit-menit awal pembedahan. Padahal proses operasi sangat
membutuhkan kesiagaan yang sesempurna mungkin sejak detik-detik awal
pembedahan sampai detik akhirnya. Sedikit saja kesalahan yang disebabkan
kelalaian dan kelelahan manusiawi dapat membawa malapetaka bagi pasien.
Tangan para dokter bedah yang paling hebat sekalipun terkadang masih belum
sempurna dalam hal presisi saat harus melakukan pembedahan yang paling
beresiko. Menyadari pentingnya kesempurnaan kendali dan presisi dalam proses
bedah yang menyangkut nyawa manusia, para dokter bedah kita mulai
mendapatkan bantuan dari ‘asisten’ barunya. Keseluruhan proses operasi tetap
dikomandani dokter bedah yang berpengalaman. Tetapi proses operasinya sendiri
dilakukan oleh lengan-lengan mekanik robot yang digerakkan oleh dokter.
Tujuan utama pengembangan teknologi ini adalah supaya suatu saat nanti
proses pembedahan jantung yang sangat beresiko dapat dilakukan oleh lenganlengan
mekanik yang dilengkapi berbagai peralatan bedah canggih, presisi, dan
dalam skala yang begitu kecil sehingga proses operasi ini bisa dilakukan tanpa
melukai tubuh pasien (closed-chest heart surgery). Alat-alat bedah mikroskopik
ini dapat menyelinap melalui tubuh pasien tanpa menyebabkan luka makro.
Peralatan mikroskopik yang sudah berhasil masuk ke dalam tubuh tersebut
dilengkapi juga dengan kamera mini sehingga semua yang terjadi di dalam tubuh
dapat ditampilkan pada layar monitor. Dokter bedah dapat terus menjalankan
proses operasi sambil melihat layar untuk memantau semua proses sehingga dapat
menentukan langkah-langkah yang harus diambil. Setelah proses operasi selesai,
alat-alat bedah mikro ini dikeluarkan kembali dengan sangat hati-hati. Proses
operasi tersebut tidak meninggalkan bekas luka karena luka yang ditimbulkannya
hanyalah luka mikro yang dapat pulih dalam waktu singkat. Proses operasinya
sendiri bisa diselesaikan dengan lebih cepat karena para dokter tidak perlu lagi
menyisihkan waktu untuk menyayat tubuh pasien dan menjaga kestabilan tubuh
yang dapat tiba-tiba turun karena adanya luka tersebut. Mereka pun tidak perlu
menyisihkan waktu untuk menjahit kembali luka dengan sangat hati-hati supaya
tidak meninggalkan bekas yang kentara. Dokter bisa lebih memusatkan perhatian
pada inti proses operasinya sendiri. Peralatan mikroskopik yang digunakan dapat
mencapai bagian-bagian yang biasanya sangat sulit dicapai para dokter yang
mengandalkan tangannya sendiri yang masih menggunakan pisau bedah biasa.
Kamera mini yang dipasang pada alat-alat bedah yang dimasukkan ke dalam
tubuh juga membantu dokter untuk melihat dan memantau jaringan yang biasanya
susah diamati oleh mata manusia. Pembedahan mikroskopik ini juga mengurangi
kekhawatiran terjadinya kekurangan darah karena terlalu banyaknya darah yang
hilang karena luka operasi.
Proses operasi di masa depan ini tidak membutuhkan terlalu banyak orang
untuk membantu dokter di ruang operasi. Dokter hanya akan memerlukan bantuan
satu sampai dua perawat saja sehingga ruang operasi tidak lagi penuh sesak.
Dokter akan duduk di dekat pasien sambil memantau monitor yang menampilkan
gambar-gambar yang berhasil ditangkap kamera video mini yang menempel pada
alat-alat bedah. Pisau bedah pada ujung lengan mekanik robot bergerak sesuai
perintah komputer yang dikendalikan oleh dokter. Dokter bedah hanya perlu
menggerakkan alat kendali di tangannya sambil memantau monitor. Alat kendali
yang terletak persis di bawah monitor pemantau ini mirip sepasang joystick yang
biasa digunakan anak-anak untuk bermain game di komputer atau playstation.
Komputer mendeteksi gerakan-gerakan tangan dokter dan langsung mengirimkan
perintah ke lengan mekanik untuk bergerak sesuai gerakan dokter. Jika tangan
dokter sedikit gemetar karena lelah, komputer sudah diprogram untuk
mengabaikan getarannya sehingga lengan mekanik robot tetap diam dan tidak
melukai jaringan tubuh secara tidak sengaja.
Semua proses pembedahan tetap dikendalikan oleh dokter sehingga kita
tidak perlu mengkhawatirkan tingkat keamanannya. Justru proses pembedahan
mikroskopik semacam ini lebih aman dibanding pembedahan yang melibatkan
luka makro pada tubuh. Proses pemulihan luka mikro yang disebabkan
pembedahan mikroskopik ini pun dapat berlangsung lebih cepat dibanding waktu
pemulihan yang dibutuhkan pasien yang menjalani bedah konvensional.
Keseluruhan proses penyembuhan dapat dijalankan dalam waktu yang lebih
singkat, menggunakan cara yang lebih praktis, dan yang lebih penting lagi,
metode ini merupakan alternatif yang lebih aman. Pembedahan yang dibantu
lengan-lengan mekanik robot dan pisau-pisau bedah mikroskopik yang sangat
presisi ini nantinya dapat dikembangkan lagi menjadi pembedahan jarak jauh
(telesurgery). Walaupun pasien dan dokter bedah berada di kota atau negara
berbeda, proses operasi bisa tetap dijalankan seperti biasa dengan memanfaatkan
kecanggihan teknologi internet yang menghubungkan keduanya. Teknik ini masih
terus dikembangkan karena kita memerlukan sambungan internet dengan kualitas
terbaik supaya tidak terjadi penundaan pelaksanaan perintah karena jauhnya jarak
yang harus ditempuh. Sambungan internet yang digunakan untuk proses bedah
jarak jauh ini harus mampu mengirimkan perintah dokter (melalui gerakan
joystick) ke komputer pusat yang mengendalikan lengan-lengan mekanik di ruang
operasi dalam waktu sesingkat mungkin. Komputer pusat tersebut pun harus
mampu mengirimkan perintah tersebut ke lengan mekanik supaya langsung
dijalankan tanpa penundaan yang bisa berakibat fatal bagi pasien. Gambar yang
ditampilkan pada monitor yang dipantau dokter pun harus dapat dikirimkan tanpa
penundaan supaya semua keadaan darurat dapat langsung ditindaklanjuti oleh
dokter. (Yohanes Surya).

Categories: Catatan Seorang Guru