Home > Catatan Seorang Guru > DOMESTIFIKASI HEWAN LIAR

DOMESTIFIKASI HEWAN LIAR

“Mengapa kuda dapat dijinakkan sedangkan kerabatnya zebra tidak bisa dijinakkan hingga saat ini?” Apa yang menyebabkannya

Sumber  yang  membedakan mengapa kuda dapat dijinakkan, menurut Belyaev, adalah kumpulan gen yang memberi kecenderungan untuk jinak—genotipe yang mungkin dimiliki oleh semua spesies yang dapat dijinakkan. Di rusia, tepatnya di Novosibirsk, Siberia selatan di peternakan rubah, Kukekova dan Trut sedang mencari gen-gen tersebut. Di tempat lain, para peneliti menganalisis DNA babi, ayam, kuda, dan spesies peliharaan lainnya, berusaha mengenali perbedaan genetik yang membedakan hewan itu dengan nenek moyangnya. Riset ini, dipercepat oleh kemajuan pengurutan genom cepat terbaru, bertujuan menjawab pertanyaan biologi mendasar: “Bagaimana terjadinya transformasi besar dari hewan liar menjadi hewan peliharaan?” ucap Leif Andersson, profesor biologi genom di Uppsala Universitet, Swedia. Jawabannya akan membantu kita memahami bukan hanya hewan peliharaan, tetapi juga bagaimana manusia menjinakkan sisi liarnya.

Penguasaan atas tanaman dan hewan dapat dikatakan peristiwa yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Di samping budidaya pertanian, kemampuan untuk membesarkan dan mengatur hewan peliharaan—kemungkinan besar serigala yang pertama, tetapi ayam, sapi, dan spesies makanan lain yang paling penting—mengubah pola makan manusia, membuka jalan bagi pemukiman dan akhirnya perkembangan negara-bangsa. Karena manusia jadi hidup berdampingan dengan binatang, domestikasi juga memunculkan vektor bagi penyakit yang membentuk masyarakat.

Namun, proses yang menyebabkan semua itu terjadi tetap belum terungkap. Tulang hewan dan ukiran batu kadang dapat menjelaskan waktu dan tempat spesies tertentu mulai hidup berdampingan dengan manusia. Yang lebih sulit dipahami adalah caranya. Apakah beberapa babi hutan yang penasaran mendekati populasi manusia, makan sampah mereka, dan seiring pergantian generasi semakin menjadi bagian dari pola makan kita? Apakah manusia menangkap ayam hutan, nenek moyang ayam modern, langsung dari alam—atau apakah ayam yang awalnya mendekat? Dari 148 spesies mamalia besar di Bumi, mengapa tidak lebih dari 15 yang pernah dijinakkan? Mengapa kita dapat menjinakkan dan membiakkan kuda selama ribuan tahun, tetapi tidak berhasil melakukannya pada keluarga dekatnya zebra, meskipun telah dicoba berulang kali?

Bahkan, para ilmuwan kesulitan membuat definisi secara eksak tentang domestikasi. Kita semua tahu bahwa hewan buas dapat dilatih untuk hidup berdekatan dengan manusia. Anak harimau yang disuapi, dan akhirnya meniru pemeliharanya, setelah besar dapat menganggap orang itu sebagai keluarganya. Tetapi keturunan harimau itu, saat lahir, akan sama liarnya dengan nenek moyangnya. Sebaliknya, domestikasi bukanlah sifat yang dilatihkan pada satu hewan tertentu, tapi ciri ini menyebar ke seluruh populasi setelah sekian generasi hidup berdampingan dengan manusia. Banyak atau malah sebagian besar naluri liar spesies itu hilang sama sekali. Dengan kata lain, domestikasi sebagian besar terjadi pada gen.

Namun, batas antara hewan peliharaan dan liar sering tidak begitu jelas. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa secara historis, hewan peliharaan mungkin memainkan peranan besar dalam penjinakan dirinya sendiri, mendekatkan diri dengan manusia sebelum kita mengambil peran aktif dalam proses itu. “Hipotesis kerja saya,” ujar Greger Larson, seorang ahli genetika dan domestikasi di Durham University di Inggris, “adalah bahwa pada sebagian besar hewan awal—pertama anjing, kemudian babi, domba, dan kambing—mungkin ada masa panjang pengelolaan tanpa sengaja oleh manusia.” Kata domestikasi “menyiratkan sesuatu yang dimulai dari atas, sesuatu yang sengaja manusia kerjakan,” ujarnya. “Namun, kisah kompleks ini jauh lebih menarik.”

 

Sumber : http://nationalgeographic.co.id/featurepage/199/menjinakkan-satwa-liar/1

Categories: Catatan Seorang Guru
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: